Laman

Senja Yang Indah



Saat matahari mulai terbenam
Aku melihatmu tersenyum di sampingku
Aku tak berkedip menatap matamu
Bagiku, matamu begitu sempurna
Hari itu
Aku merasakan denyut nadimu
Detakan keras jantungmu
Harum nafasmu
Juga hangat cintamu
Kini tentangmu kujadikan cerita sebelum tertidur
Ku jadikan bayang kerinduan sebelum terlelap
Dan Ku jadikan Pelabuhan di alam mimpi
Jiwa ini, Hati ini, Hidup ini begitu merindukanmu

Engkau adalah kisah terindahku
Yang selalu menjadi kenanganku
Hingga suatu waktu

Rindu pada sahabat



aku Rindu bintang..
aku kangen bulan..
aku ingin memeluk bintang bintang..
Tapi apa daya itu hanya angan-angan

Aku tanya.. apa yang kamu lakukan selama ini..
Apakah disana tak ada yang kamu rindukan..
Apa disana kamu berada dalam ruangan yang tak kau kenali..
Apa juga engkau disana tak mampu memahami dimana kamu berada..

kamu jawab..
disini gelap..
disini mendung..
matahari dan mataku tak ingin bertemu..
siang dan malamku tak pernah berganti..
Aku merindukanmu sahabat
Aku ingin melihat sinarmu..
Aku ingin tawamu dalam gundahku..
Aku ingin ceriamu dalam tangisku..dan tegarmu dalam kekalutanku..
ah sahabat
kamu hebat..dan terkuat
aku rindu kamu..
Aku ingin kau menjadi penerang seluruh kehidupanku..

Kerinduanku



Meski sejenak bertemu, aku bahagia bisa kembali melihatmu
Di batas-batas kerinduan dan kehampaan tak terasa air mata menetes di pipiku
Membasuh semua kerinduanku
Hingga hilang sirna beban dijiwaku
Hati yang mati suri, tiba-tiba terjaga
Berkata bahwa sesungguhnya rasa masih ada
Baru kumengerti bahwa rasa tak pernah pergi
Hingga aku betul-betul mengerti

Sekeras apapun kumencoba,
Selemah apapun daya tuk mengingatnya
Hati memiliki pilihan yang tak bisa diatur oleh akal
Yang membuat semaki bimbang
Kukira aku sudah berhenti berharap
Kukira aku tak punya lagi hasrat untuk bertemu
Kukira aku takkan lagi melihatmu seindah seperti dulu

Hingga kemarin aku tahu bahwa segalanya tak ada yang berubah
Hanya setumpuk perkiraanku saja yang salah
Yang membuat hatiku jadi gelisah
Tanpa sebab yang tak terarah


Bayang bayang rindu



Semilir angin terasa membelai jiwa tercium aroma nan jauh disana
Adakah sama yang kau rasakan saat aku ingat dirimu
 Bayang-bayang rindu hiasi dalam beranda kalbu
Warna-warna canda tawa dirimu yang jauh disana

Terngiang suara ditelinga merdu membisikkan kata
Penuhi ruang rindu di jiwa darimu yang jauh disana
Rindu padamu sungguh aku terasa hatiku hanya gambarmu saja
Engkau yang jauh disana semoga merasakan rinduku juga...
Mengambang dalam batas yang tak tercapai:
Sunyi malam tenggelam dalam cahaya bulan langit-langit
 Mengambang dalam batas yang tak tercapai
 Daun-daun menggigil dekapan angin di musim hujan

Merinding dalam hasrat yang tak tergapai
Jarak membungkus kita dalam  kesunyian
Tapi rindu membuat hati melekat denganmu
Hingga ku tak kuasa diri
Lalu berbaring sambil berkhayal :
 Dekatlah daku, Dekaplah daku
 Bulan terguling ke dalam kelambu.
Sampai terlelap dalam tidurku

Mutiara Kehidupan



Tinggalkan hari-hari yang telah berlalu
Pikirkan masa depanmu
Dan jangan risaukan bencana yang menimpamu

Tiada istilah takut menghadapi kehidupan
 Kehidupan duniawi tidaklah abadi
Sifatmu pemaaf dan lagi mulia
Mendorong bersikap berani

Ingatlah
Bila kematian datang menhampiri
Bumi dan langit tak akan bisa melindungi